Hasan Tiro Makan Daging Rusa

perjuangan hasan tiro di hutan rimba aceh. hasan tiro dikejar tentara
"Hasan Tiro dan Rusa"

Setelah berhari-hari lemas karena tidak makan, Hasan Tiro dan ratusan pengikutnya akhirnya bisa menyantap buah-buah pisang di kebun milik seorang penduduk desa. Si pemilik mengizinkan para pemberontak memetik apa saja di kebunnya. Maka bukan cuma pisang, jeruk nipis pun turut diambil dan dimakan mentah-mentah.

Tidak semua buah-buahan langsung dimakan di tempat. Sebagian dibawa ke persembunyian di tengah rimba. Dan lantaran jumlah pemberontak yang harus diberi makan sekitar 150-200 orang, buah-buahan dari kebun habis dalam waktu cepat. Kelaparan akhirnya melanda kembali.

Dalam situasi serba keterbatasan itu, Hasan Tiro dan kawan-kawannya bahkan terpaksa memungut kembali kulit-kulit pisang yang berserakan di tanah untuk dimakan. Kisah yang terjadi pada pertengahan tahun 1978 ini diceritakan oleh Dr. Husaini Hasan dalam memoar Dari Rimba Aceh ke Stockholm (2015).

Menurut ingatan Dr. Husaini Hasan, para kurir Aceh Merdeka kesulitan memasok makanan karena kampung-kampung telah dijaga tentara. Patroli tentara di sungai dan hutan juga membuat para pemberontak tidak bisa memancing ikan dan berburu rusa, kecuali dilakukan di tempat yang betul-betul aman.

“Bila makanan sulit diperoleh, itu pertanda tentara sedang di hutan,” tulis Dr. Orang-orang yang bertugas mengangkut makanan dari desa tak bisa leluasa bergerak. Tentara misalnya pernah memergoki Abdul Razak Makam ketika tengah membawa makanan ke tempat persembunyian Hasan Tiro. Karena memilih lari, menolak menyerah, Makam ditembak mati di tempat.

Pada tanggal 4 Juni, rombongan akhirnya tiba di sebuah lokasi yang tertutupi oleh pepohonan dekat sungai. Tempat aman ini dinamai Asrama Krueng Meuk. Hasan Tiro lantas Panglima Beuransah Amin berburu rusa.

Dua ekor rusa berhasil ditangkap. Karena ukurannya besar, kedua rusa ini disebut “rusa kerbau”. Untuk memasaknya, para gerilyawan menunggu matahari terbenam. Daging rusa baru dibakar pada malam hari agar asapnya tidak terlihat tentara karena tersamarkan oleh kabut.

“Malam itu, kami makan besar. Sepuas hati sampai kenyang,” kenang Dr. Husaini Hasan.

Rusa terbilang makanan “mewah” bagi para pejuang Aceh Merdeka selama bergerilya di hutan. Bukan cuma para pengawal Hasan Tiro, kawanan pemberontak di tempat-tempat lain pun kadang berkesempatan menikmati daging rusa.

Yang unik adalah peristiwa yang dialami Dr. Mukhtar Yahya Hasbi. Suatu hari di tengah hutan, Dr. Mukhtar dan pasukannya melihat ular piton besar sedang menelan seekor rusa hidup-hidup. Maka terjadilah seleksi alam. Kepala ular ditebas sampai putus. Sementara rusa yang masih hidup segera disembelih, dibersihkan, dan dipanggang.

Daging rusa bakar atau panggang tentu akan terasa lebih nikmat jika dimakan dengan sambal. Namun meracik sambal di tengah hutan tentu tidak mudah. Butuh waktu banyak untuk menggiling cabai, tomat, atau bahan-bahan lain. Dan ketika tentara tiba-tiba menyerbu, mustahil sempat menyelamatkan sambal. Akan berbeda halnya jika para pemberontak selalu membawa sambal siap saji dalam botol yang praktis dibawa ke mana saja.

Mr. Phep merupakan salah satu produk sambal siap saji yang diracik oleh Cek Mun, seorang ahli kuliner di Kota Lhokseumawe. Produk yang telah dipasarkan terdiri dari serbaneka rasa yang amat nikmat dan segar. Ada sambal sunti campur ebi (asam udeung), sambal sunti teri (asam kareng), sambal hijau ikan teri, sambal bawang cumi-cumi, dan lain-lain.

Varian produk Mr. Phep

Produk-produk sambal siap saji Mr. Phep dijual dalam kemasan botol yang mudah dibawa ke mana-mana. Dan bukan cuma sambal, terdapat pula produk Mr. Phep Keumamah yang berisi potongan-potongan ikan kayu (ikan kering) siap saji. Kemamah merupakan makanan yang selalu dibawa para pejuang Aceh saat berperang dengan tentara kolonial Belanda dahulu. Makanan ini bisa bertahan cukup lama, tidak cepat basi.

Untuk pemesanan, bisa langsung melalui nomor 085260118560 (Cek Mun). Membeli produk-produk Mr. Phep berarti turut mendukung kemajuan UMKM lokal.

Foto produk Mr. Phep

Produk UMKM Lhokseumawe, oleh-oleh khas Lhokseumawe